Profil Timnas Perancis Piala Eropa 2020 – Buat Prancis, ke-3 warna ini ialah pokok dari jati diri nasional mereka, dengan ayam jago Gallic pada simbol mereka serta nama panggilan Les Bleus. Selama riwayat mereka yang kaya, mereka sudah memenangi dua Piala Dunia serta dua Kejuaraan Eropa. Sejumlah besar keberhasilan mereka datang di empat masa yang tidak sama: tahun 50-an, 80-an, akhir 90-an, serta akhir 10-an.

Piala penting

Piala Dunia: 2
UEFA European Championship: 2

Catatan pemain

Permainan paling banyak yang dimainkan: Lilian Thuram (142)
Pembuat gol paling banyak: Thierry Henry (51)

Riwayat

Temukan jati diri

Timnas Prancis dengan sah dibangun pada tahun 1904, tidak lama sebelum yayasan FIFA pada tahun yang sama (mereka, bagaimana juga, sudah berperan serta dalam Olimpiade 1900 serta memenangi medali perak). Mereka mainkan laga sah pertama mereka menantang Belgia di Brussels, amankan hasil seimbang 3-3. Tahun selanjutnya, mereka mainkan laga kandang pertama mereka di Parc des Princes yang populer, menaklukkan Swiss di muka hampir 500 fans. Ini diikuti oleh beberapa kerugian besar, terhitung kekalahan 0-15 dari Inggris pada tahun 1906.

Diawalnya sejarahnya, Prancis berusaha dengan permasalahan jati diri. Sejumlah besar permasalahan ini ialah produk dari konflik di antara FIFA serta USFSA, serikat olahraga penting di Perancis. Ketidaksepakatan ini mencapai puncak sebelum Olimpiade 1908, menyebabkan FIFA serta USFSA kirim dua team Prancis yang terpisah ke persaingan. Ke-2 team tersisih oleh Denmark, dengan Perancis A (dikendalikan oleh FIFA) kalah 1-17 serta Perancis B kalah 0-9.

Terakhir tahun itu, CFI (French Interfederal Committee) turun tangan dengan mengatakan jika FIFA akan bertanggungjawab atas timnas mulai sejak itu dan sebagainya. Sesudah tidak berhasil sampai persetujuan yang memberi kepuasan, USFSA pada akhirnya dibubarkan, jadi semi-afiliasi dengan CFI pada tahun 1913. Enam tahun selanjutnya, CFI menjadi Federasi Sepakbola Prancis yang kita punya sekarang. Kestabilan yang baru diketemukan ini berperan pada beberapa atraksi yang menjanjikan, seperti kemenangan 2-1 atas Inggris.

Atraksi Platini

Sesudah keluar dari set penyisihan group di Piala Dunia 1978 , Prancis kembali dengan sepenuh hati empat tahun setelah itu. Dengan magi carré Platini, Tigana, Giresse, serta Fernández pimpin posisi tengah, Prancis meluncur ke laga semi-final menantang Jerman Barat. Dalam salah satunya laga paling baik dalam riwayat Piala Dunia, Jerman Barat bangun dari defisit 1-3 dalam waktu perpanjangan serta memenangi laga lewat beradu penalti. Prancis selanjutnya kalah dari Polandia 2-3 di laga tempat ke-3.

Perform hebat mereka bersambung di Euro 1984, yang disebut Kejuaraan Eropa pertama mereka dalam 24 tahun. Kesempatan ini, caragi magique dalam ayunan penuh, dengan Tigana serta Fernández bermain jadi playmaker yang dalam, Giresse di sayap, serta Platini di belakang penyerang. Walau ada banyak persaingan yang susah, Prancis selanjutnya memenangi semua lima laga di kompetisi, amankan trofi penting pertama mereka. 9 gol Platini masih jadi rekor dalam persaingan.

Walau Hidalgo tinggalkan team sesudah Euro, Prancis masih jadi favorite untuk memenangi Piala Dunia 1986 . Tetapi, luka pada Platini serta Giresse – keduanya dimainkan lewat suntikan – memberi pukulan berat buat keinginan Piala Dunia mereka. Sesudah mendesak juara bertahan Italia serta Brasil di set skema gugur, Les Bleus kembali kalah dari Jerman Barat 0-2 di semi-final. Dengan kemenangan 4-2 atas Belgia, mereka mengikat tempat ke-3 paling baik mereka di persaingan.

Masa Zidane

Sesudah tidak berhasil maju ke Piala Dunia ke-2 beruntun, FFF membalik lembaran baru dengan menunjuk Aimé Jacquet jadi manager baru. Dengan Jacquet di puncak pimpinan serta bintang muda Bordeaux Zinedine Zidane di team, Prancis dengan gampang maju ke Euro 1996. Mereka maju untuk maju dari group serta singkirkan Belanda di perempat final, tapi mereka pada akhirnya kalah dari Ceko Republik dalam beradu penalti.

Jadi tuan-rumah Piala Dunia 1998 , Les Bleus salah satu favorite paling besar untuk memenangi kompetisi. Sesudah melaju lewat group gampang yang terbagi dalam Denmark, Arab Saudi, serta Afrika Selatan, Prancis sukses melalui Paraguay di set 16 besar dengan gol emas dari Blanc. Mereka selanjutnya menaklukkan Italia serta Kroasia untuk membuat pertemuan dengan Brasil di final. Dengan dua gol dari Zidane serta finisher akhir dari Petit, Prancis mendapatkan gelar Piala Dunia pertama mereka.

Walau Jacquet tinggalkan team saat malam kemenangan, Prancis masih di bangku pengemudi di Euro 2000. Dengan Zidane di waktu jayanya serta garis pemogokan yang menakutkan yang di pimpin oleh David Trezeguet serta Thierry Henry , mereka mempunyai sedikit kesusahan melalui barisan mereka . Mereka selanjutnya menaklukkan Spanyol serta Portugal diperjalanan mereka ke laga final menantang Italia, dimana mereka sukses menyamai posisi di waktu pemberhentian serta mengambil kemenangan dengan gol emas dari Trezeguet.

Deschamps menggantikan

Tidak lama sesudah Euro 2012, Didier Deschamps menggantikan jadi manager team. Jadi bekas kapten team yang memenangi Piala Dunia 1998 serta Euro 2000, Deschamps diinginkan bawa mental juara. Kompetisi pertamanya jadi manager ialah Piala Dunia 2014 , serta hasil awalannya positif. Prancis maju dari group mereka serta menaklukkan Nigeria di set 16, tapi kalah 0-1 pada penusuk kuku menantang juara pada akhirnya Jerman.

Euro 2016 ialah kemenangan lain buat Deschamps serta pasukannya yang makin muda. Jadi team tuan-rumah, Prancis memperlihatkan mental mereka dengan maju dari group yang kuat serta membalik defisit menantang Irlandia di set 16 besar. Mereka selanjutnya merusak Islandia 5-2 serta menaklukkan Jerman 2-0, tapi Portugal begitu susah untuk dilalui. menangani. Walau menguasai sejumlah besar laga, mereka menyerah pada juara Eder di waktu perpanjangan.

Piala Dunia ke-2

Dua tahun selanjutnya, generasi Deschamps harus hadapi ujian besar lain di Piala Dunia 2018 . Satu kali lagi, harapannya tinggi, sebab mereka awalnya meluncur lewat group kwalifikasi mereka dengan 23 point serta cuma satu kekalahan dalam 10 laga. Tetapi, atraksi barisan mereka tinggalkan banyak yang perlu diharapkan. Mengejar dua kemenangan yang tidak memberikan inspirasi atas Australia (2-1) serta Peru (1-0), laga mereka menantang Denmark selesai dengan hasil seimbang 0-0 tanpa ada gol.

Satu kali lagi, set skema gugur nampaknya tampilkan team Prancis yang benar-benar tidak sama. Sesudah menaklukkan Argentina 4-3 di salah satunya laga paling baik kompetisi, mereka menaklukkan Uruguay serta Belgia diperjalanan ke final. Tampilan lain yang mengagumkan selanjutnya – kemenangan 4-2 atas Kroasia – serta Prancis jadi team ke enam yang memenangi banyak gelar Piala Dunia. Dengan semasing empat gol, Mbappe serta Griezmann semasing memenangi Best Young Player serta Silver Boot.

Profil Timnas Perancis Piala Eropa 2020

NEGARA PERANCIS
Nama Pemain Usia Sekarang Posisi Klub Sekarang
Alphonse Aréola 26 Kiper Real Madrid
Benjamin Lecomte 28 Kiper AS Monaco
Hugo Lloris 33 Kiper Tottenham Hotspur
Mike Maignan 24 Kiper Lille
Steve Mandanda 34 Kiper  Marseille
Lucas Digne 26 Bek Everton
Léo Dubois 25 Bek Lyon
Lucas Hernández 23 Bek Bayern München
Presnel Kimpembe 24 Bek PSG
Layvin Kurzawa 27 Bek PSG
Aymeric Laporte 25 Bek Manchester City
Clément Lenglet 24 Bek Barcelona
Benjamin Mendy 25 Bek Manchester City
Ferland Mendy 24 Bek Real Madrid
Benjamin Pavard 23 Bek Bayern München
Djibril Sidibé 27 Bek Everton
Samuel Umtiti 26 Bek Barcelona
Raphaël Varane 26 Bek Real Madrid
Kurt Zouma 25 Bek Chelsea
Kingsley Coman 23 Tengah Bayern München
Mattéo Guendouzi 20 Tengah Arsenal
Jonathan Ikoné 21 Tengah Lille
N’Golo Kanté 28 Tengah Chelsea
Blaise Matuidi 32 Tengah Juventus
Steven N’Zonzi 31 Tengah Galatasaray
Tanguy NDombèlé 23 Tengah Tottenham Hotspur
Paul Pogba 26 Tengah Manchester United
Moussa Sissoko 30 Tengah Tottenham Hotspur
Florian Thauvin 26 Tengah Marseille
Corentin Tolisso 25 Tengah Bayern München
Wissam Ben Yedder 29 Penyerang AS Monaco
Nabil Fekir 26 Penyerang Real Betis
Olivier Giroud 33 Penyerang Chelsea
Antoine Griezmann 28 Penyerang Barcelona
Thomas Lemar 24 Penyerang Atlético Madrid
Anthony Martial 24 Penyerang Manchester United
Kylian Mbappé 21 Penyerang PSG
Alassane Pléa 26 Penyerang Bor. Mönchengladbach
Didier Deschamps 51 Pelatih

Baca Juga : Belajar Bermain Kasino Khusus Untuk Pemula